Mengalahkan Raksasa bernama Sakit Hati


Sebelum kamu baca tulisan ini, relaks dahulu. hentikan chit chat di facebook kamu dulu, update status atau komen foto. Jangan sampai ada satu kata pun yang kamu lewatkan, karna akan sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja. Ada sumthing yang mau aku bagikan buat kamu :)

Semua orang pernah mengalami hal yang tidak adil dalam hidupnya. itulah kehidupan. Tidak semua yang kita alami menyenangkan bagi kita. Dan banyak kejadian yang kamu alami buat kamu marah. Sebuah Survey independen membuktikan bahwa 70% orang marah karena sesuatu hal. Kadi dari antara 10 orang, ada 7 orang yang sedang marah. Apakah kamu termasuk di dalamnya. Belum lagi kalo orang lagi bawa sepeda motor atau mobil di jalanan. Di tekong orang dikit aja, langsung marah dan kebut kejar kenderaan itu. :)

Pertanyaan nya adalah bolehkah kita marah? Bible says : Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26) Kita boleh aja marah, itu manusiawi kok. Tapi orang yang marah, kemudian menyimpan kemarahannya, berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sedang meracuni dirinya sendiri. Jika kita disakiti, tapi kita tidak mau mengampuni, kita tidak sedang menyakiti orang lain, kita sedang menyakiti diri kita sendiri. Tiap kali kita lihat orang yang yang menyakiti kita, kita langsung kesal, mo marah, bahkan bad mood. padahal bisa aja orang itu nyante aja. So, siapa yang tersakiti sekarang?

Ada seorang ibu muda yang sudah menikah. Tiap kali dia mau berhubungan intim dengan suaminya, selalu saja gagal. Dia tidak bisa menyerahkan dirinya untuk suaminya. Kondisi ini membuat pernikahan mereka hampir retak. Lalu sang ibu berdoa kepada Tuhan untuk hal ini. Satu kali Tuhan ingatkan dia kepada kejadian yang pernah menimpa dia waktu dia dilecehkan oleh mantan pacarnya. Saat itu dia berkata kepada dirinya bahwa semua laki-laki sama aja dan ga akan pernah lagi mau berhubungan dengan laki-laki.

Waktu itu Tuhan mulai ingatkan dia untuk mengampuni sang mantan. Dia bilang terlalu sakit Tuhan. Tapi Tuhan ingatkan kalo kamu mau mengampuni, maka hubungan kamu dengan suami kamu akan normal kembali. Waktu itu dia minta ampun kepada Tuhan dan benar-benar mengampuni mantan pacarnya itu. And guess what, hubungannya dengan suaminya benar-benar pulih. Wow..that's amazing.. :)

Memperbaiki kemarahan yang berakar di dalam hati kita atau yang sering disebut akar pahit, bukan dengan memperbaiki buahnya tapi akarnya. Seperti kasus ibu muda diatas, yang kembali mau membuka hati untuk laki-laki, dan menikah walau pernah disakiti mantannya. Dia hanya memperbaiki buahnya. Sewaktu dia sudah menikah, ternyata hubungannya tidak baik dengan suaminya. Tapi setelah dia memperbaiki akarnya (mengampuni orang yg pernah menyakiti dia), kehidupannya menjadi lebih baik.

---------------------------------------------------------------------------------------
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. ibrani 12:15
----------------------------------------------------------------------------------------

Ini bukan berarti memaksa kita untuk mengingat hal-hal yang menyakitkan yang pernah kita alami. Hanya pastikan diri kamu bahwa tidak ada lagi kemarahan. Pastikan ada pengampunan dalam diri kamu.

Mungkin kamu berkata, "ough..aku terlalu sulit untuk mengampuni. aku tidak dapat melakukannya. Dia terlalu menyakitiku.. I can't do it.. bener-bener ga bisa.."

Well, I have to say is: Kamu melakukannya dan mau mengampuni bukan untuk orang yang menyakiti kamu. Kamu melakukannya untuk diri kamu sendiri. Agar hidupmu menjadi lebih maksimal dan kamu akan lihat hal-hal yang luar biasa dalam hidup kamu.

Ada seorang anak muda yang setiap kali membawa sepeda motornya ke kantornya selalu mengambil jalan yang agak jauh. padahal ada jalan pintas ke kantornya. Ternyata masalah satu-satunya adalah setiap kali dia mengambil jalan yang pintas, dia akan melewati rumah orang yang pernah menyakitinya. Dan itu sangat2 menyakitkannya dan membuat dia marah dan mengingat lagi kejadian yang lalu. So.. siapa yang disakiti? Orang yang pernah menyakitinya kah, atau dirinya sendiri? Jawabannya udah kamu tau kan..

Jadi kalo kamu mengampuni, kamu lakukan itu untuk diri kamu sendiri, bukan untuk orang lain. Ya, untuk diri kamu sendiri.. :)

Jika kamu ingin hidup kamu maksimal, kamu benar-benar bebas, keluarkan sampah-sampah itu dari hidup kamu. Setelah kamu keluarkan sampah-sampah itu, kamu akan lihat, bagaimana kemurahan Tuhan dan berkat-berkat Tuhan dalam hidup kamu.

Saya punya kesaksian untuk hal ini, tapi akan terlalu panjang untuk dishare sekarang. Nanti suatu saat saya akan ceritakan bagaimana mengampuni membuat hidup saya menjadi luar biasa sekarang ini. nanti akan saya ceritakan ya.. Tunggu aja...

GBU abundantly guys..

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Salt and Light